Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Perbedaan Antara Agama Buddha dan Kristen, Bagian 13 dari 15: Tanya Jawab

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam episode ini, Maha Guru Ching Hai menguraikan tentang TUHAN dan Hakikat Buddha, membahas kesamaan antara Sang Buddha (vegan) dan Tuhan Yesus Kristus (vegetarian), dan menjelaskan apa yang terjadi setelah kita meninggalkan dunia ini.

(Sekadar pertanyaan lanjutan dari yang saya tanyakan sebelumnya.) Benar. (Apa hubungan TUHAN dengan Buddha?) Ketika Anda menyebut Buddha dan TUHAN, apakah Anda merujuk pada satu entitas atau apa hubungan antara kedua istilah yang Anda gunakan ini? Saya paham. Buddha adalah istilah untuk seorang Guru tercerahkan. Dalam terminologi Kristen, itu adalah perwujudan Roh Kudus, yang berarti Utusan TUHAN. Itulah istilah yang tepat untuk memahami Buddha. TUHAN adalah Energi atau Kekuatan yang meliputi segalanya, atau Entitas penuh kasih. Nah, jika Anda pahami Buddha sebagai perwujudan TUHAN dalam bentuk manusia, maka Buddha memang persis seperti itu. Namun jika Anda pahami Buddha sebagai sosok mahahadir, seperti TUHAN, maka itu juga adalah TUHAN. Jadi, bisa dikatakan Buddha adalah perwujudan dari Hakikat Buddha, atau TUHAN, Kekuatan TUHAN. Dan Hakikat Buddha adalah TUHAN.

Sama seperti Kristus adalah perwujudan TUHAN, Kuasa TUHAN, seperti itu. Namun sebenarnya, tidak ada perbedaan antara keduanya. Sang Buddha adalah Hakikat Buddha, berasal dari Hakikat Buddha, dan mewujudkan Hakikat Buddha untuk membantu manusia. Atau Kristus adalah perwujudan TUHAN untuk membantu manusia untuk kembali kepada TUHAN. Namun Dia adalah TUHAN itu sendiri. Oleh karena itu, Dia berkata, “Aku dan BAPA-Ku adalah satu.” Tetapi karena kesederhanaan dan kerendahan hati semua Orang Suci, mereka tidak akan berkata, “Aku adalah TUHAN, Aku adalah Yang Mahatinggi,” atau hal semacam itu. Mereka berkata, “Aku adalah hamba TUHAN. Aku adalah Putra TUHAN. Aku adalah Sang Buddha, Utusan TUHAN," dan seterusnya.

Namun terkadang dalam sebuah momen penuh inspirasi, Mereka akan berkata, “Aku adalah TUHAN, Aku dan BAPA-Ku adalah satu.” Namun itu tidak berarti bahwa Kristus atau Buddha sangat, sangat arogan. Tidak, justru sebaliknya. Mereka sangat rendah hati. Kita tak akan pernah bisa bayangkan kerendahan hati Mereka. Menurut kita kerendahan hati itu adalah, jika seseorang beri tahu kita harus lakukan apa, dan kita jawab, “Ya, ya, saya akan melakukan, Pak. Baik, Pak." Atau jika seseorang menegur kita dan kita dengan rendah hati berkata, “Oh! Maaf. Mohon maafkan saya,” itulah kerendahan hati. Tidak, tidak, tidak. Itu terlalu kecil, terlalu kurang kerendahan hatinya. Kerendahan hati itu seperti (Tuhan) Yesus, seperti Buddha; Mereka adalah yg terhebat di Alam Semesta, tetapi Mereka tampak paling rendah. Buddha menjadi seperti pengemis, dan membiarkan orang-orang berpikir bahwa Dia adalah manusia biasa. Dia menderita, Dia meninggal, Dia jatuh sakit, Dia harus mengemis makanan. Itulah kerendahan hati. Dia tak bisa tunjukkan kebesaran-Nya, dan bahkan tak menunjukkannya. Dia tidak memamerkannya. Dan (Tuhan) Yesus Kristus, Dia adalah yang terhebat di Bumi dan di Surga, dan Dia membiarkan orang-orang menyalibkan-Nya dan bahkan berdoa memohon pengampunan bagi orang-orang yang menyalibkan-Nya. Itulah kerendahan hati yang sejati. Kerendahan hati terbesar hanya dapat kita pelajari dari para Orang Suci, bukan dari perilaku sosial biasa, konvensi, atau kode moral. Ini hanya kerendahan hati buatan manusia. Kerendahan hati sejati hanya berasal dari Anak-Anak TUHAN.

(Ada dua pertanyaan lagi ditulis dalam bahasa Âu Lạc (Vietnam).) (“Sang Buddha mengajarkan bahwa latihan spiritual adalah untuk membebaskan diri dari siklus kelahiran dan kematian. Namun, ketika seseorang masih berlatih, itu berarti ia belum mencapai pencerahan. Saya tidak tahu siapakah saya itu di kehidupan sebelumnya. Jadi bagaimana saya bisa tahu apa saya sudah dibebaskan atau belum? Atau, level apa yg telah saya capai?”)

Pertanyaannya adalah, Buddha mengajarkan kita untuk terbebas dari kelahiran dan kematian. Namun, orang tersebut belum mencapai pencerahan tertinggi. Jadi, dia tidak tahu apakah dia sudah terbebas dari kelahiran dan kematian, atau belum. Selain itu, dia ingin tahu seperti apa kehidupan terakhirnya? Jadi, jawaban saya adalah Anda terus berlatih, lalu suatu hari nanti Anda mungkin tahu, atau mungkin juga tidak tahu.

Jika Anda tidak mengikuti seorang Guru yang benar-benar tercerahkan, sulit untuk menentukan apakah Anda akan mengetahuinya atau tidak, apakah Anda akan mencapai pencerahan atau tidak. Jika Anda ikuti seorang Guru sejati, akan lebih mudah mengetahuinya. Itu lebih aman; itu lebih terjamin. Dia akan beri tahu bahwa Anda akan capai, Anda akan tahu pada waktunya.

“Permisi, saya ingin mengajukan dua pertanyaan kepada Anda. Siapakah wakil Tuhan kita? Ke mana kita pergi setelah kematian?” Anda paham? (Tidak.) Tidak? Itu bahasa Prancis. “Permisi, saya ingin mengajukan dua pertanyaan kepada Anda. Yang pertama adalah siapa yang mewakili TUHAN, TUHAN Anda?” Benarkah begitu? Apakah terjemahan saya benar? Siapakah ini? Siapakah teman ini? (Itu saya.) Itu Anda. Mengapa bahasa Prancis? (Karena Anda bisa bahasa Prancis.) Oh. Tapi saya juga bisa berbahasa Inggris, kan?) (Ya, tapi, maafkan saya, Guru, karena saya hanya mengerti sedikit bahasa Inggris.) Baiklah, baiklah.

Pertanyaan pertama adalah: “Siapakah yg mewakili TUHAN Anda?” Jadi, menurut saya, siapakah wakil TUHAN? Menurut saya, kan? Benar begitu? Siapa TUHAN itu, kan? (Tidak… Maksud saya, siapa yang mewakili TUHAN untuk menuntun kita kembali kepada TUHAN?) Itu benar. Itu benar. Oke.

Pertanyaan kedua adalah: “Ke mana kita akan pergi setelah kematian?” Haruskah saya jelaskan dalam bahasa Âu Lạc (Vietnam) agar Anda mengerti?

Orang yang mewakili TUHAN adalah seseorang yang diutus oleh TUHAN. Dan ketika Mereka datang ke sini, Mereka hidup seperti manusia biasa. Namun, setelah menerima Rahmat TUHAN, mereka mengingat siapa diri Mereka sebenarnya. Mereka ingat bahwa mereka diutus oleh TUHAN dan bahwa Mereka ada di sini untuk bekerja bagi TUHAN. Makhluk-makhluk itu menuntun kita menuju Cahaya (Surgawi batin) dan Kebijaksanaan sejati. Mereka membimbing kita menuju Pembebasan Abadi seperti (Tuhan) Yesus Kristus, seperti Sang Buddha, Buddha yang Asli. Mereka semua adalah Wakil TUHAN. Dan Mereka menuntun kita kembali kepada TUHAN. Apakah TUHAN itu? Dalam bahasa Âu Lạc (Vietnam), kita menyebutnya Sifat Asli – Jati Diri kita yang sejati. Itulah Kekuatan Tertinggi yang ada di dalam diri kita. Setelah kita meninggal, ke mana kita pergi bergantung pada karma kita. Sebagai contoh, dalam kehidupan ini, jika kita melakukan perbuatan baik, kita akan masuk Surga, atau kita akan terlahir kembali sebagai manusia lebih bahagia, lebih cantik, dan lebih beruntung. Jika melakukan perbuatan buruk, kita akan jatuh ke alam yang lebih rendah, yang lebih penuh penderitaan, dan setelah beberapa waktu, kita akan kembali. Jika kita berlatih dengan Guru yang masih hidup, seorang Buddha yang masih hidup, atau seorang wakil TUHAN, maka kita akan pergi ke alam Buddha, atau ke Surga.

Jadi, saya mengatakan kepadanya bahwa mereka yang mewakili TUHAN adalah mereka yang diutus TUHAN. Seperti Buddha, seperti (Tuhan) Yesus Kristus, yang datang dari Yang Mahatinggi, Kekuatan tertinggi di Alam Semesta. Itulah yang kita sebut sebagai Wakil TUHAN. Jika kita mengikuti Orang-Orang ini, Mereka akan menunjukkan kepada kita jalan kembali ke Surga, ke Tanah Sang Buddha. Dan Mereka akan memberi kita Cahaya (Surgawi batin)… bukan memberi kita, tapi membukakan bagi kita Cahaya (Surgawi batin) di dalam diri kita sendiri, yang sudah ada, yang merupakan milik kita. Sang Guru tak dapat "memberikan" apa pun kepada Anda, kecuali hanya tunjukkan di mana Harta Karun Anda berada, di mana Anda memilikinya. Namun tentu saja, Sang Guru selalu ada, dan dengan kebajikan serta belas kasih-Nya, banyak membantu kita untuk melancarkan jalan kita, membersihkan jalan kita, sehingga kita dapat berjalan dengan lebih baik dan tidak melukai diri sendiri. Jadi, Sang Guru sangat welas asih.

Pertanyaan kedua adalah: “Ke mana kita pergi setelah kematian?” Kita pergi ke tempat yg semestinya. Jika dalam hidup ini kita lakukan beberapa perbuatan baik dan bajik, maka kita akan masuk Surga. Atau kita kembali, menjadi manusia lagi, dan menikmati kehidupan yang makmur, sehat, dan nyaman.

Jika kita melakukan perbuatan jahat yang melanggar hukum, maka kita mungkin harus bereinkarnasi atau mengalami degradasi ke dalam suatu keberadaan yang lebih rendah dan lebih menyakitkan. Namun, jika kita mengikuti seorang Guru yang masih hidup yang menunjukkan kepada kita jalan menuju Tanah TUHAN atau kembali ke Kerajaan TUHAN, maka kita akan pergi ke sana ketika kita meninggal. Ada tiga jenis manusia.

Ada lagi? (Oh, tidak ada. Tapi bisakah saya minta waktu sebentar?) Ya. (Besok, kita akan mengadakan acara inisiasi. Petunjuk arah dan peta tersedia di meja resepsionis. Dan mohon datang tepat waktu, karena kita akan lakukan ini semua bersamaan, bukan satu per satu. Mohon datang tepat waktu. Terima kasih banyak, Guru.)

Kemarin kami tidak punya banyak waktu. Anda tahu jam berapa kami tidur semalam? Sekitar jam empat atau lima pagi. Dan saya tak tidur sampai larut malam. Saya membaca buku, sutra, dan… Saya bahkan tidak tidur sama sekali. Lalu tibalah waktunya, dan kami harus pergi. Dan mereka harus berada di sini sangat pagi. Setelah ceramah, kami berkumpul bersama dan minum sesuatu, makan sesuatu, makanan ringan, dan mengobrol santai. Dan kami baru berpisah sekitar pukul empat atau lima pagi. (Ya.) Ya. Kemudian mereka pulang ke rumah mereka. Mereka harus bersih-bersih dan mandi serta perbaiki barang-barang. Lalu mungkin beristirahat selama beberapa jam. Lalu datanglah lebih awal ke sini untuk mempersiapkan semuanya. Mempersiapkan hal ini butuh waktu lama, berjam-jam. Jadi, Anda datang sekitar jam satu, tapi mereka harus meninggalkan tempat itu sekitar mungkin… (Jam sepuluh tiga puluh.) Jam sepuluh tiga puluh? (Benar.) Sepuluh tiga puluh. Ya, ada apa?

(Apakah saya harus mengubah agama saya?) Tidak, tidak, tidak. Anda apa, Katolik? (Ya.) Ya, tetaplah di sana. (Tuhan) Yesus baik-baik saja. Saya juga menyembah-Nya. Kita menyembah Guru yang sama.

Photo Caption: “Tawarkan Apa yang Kamu Miliki, Manisnya atau Kecantikannya”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (13/15)
1
Kata-kata Bijak
2026-06-08
3423 Tampilan
2
Kata-kata Bijak
2026-06-09
2830 Tampilan
3
Kata-kata Bijak
2026-06-10
2806 Tampilan
4
Kata-kata Bijak
2026-06-11
2631 Tampilan
5
Kata-kata Bijak
2026-06-12
2541 Tampilan
6
Kata-kata Bijak
2026-06-13
2574 Tampilan
7
Kata-kata Bijak
2026-06-15
2030 Tampilan
8
Kata-kata Bijak
2026-06-16
1916 Tampilan
9
Kata-kata Bijak
2026-06-17
1646 Tampilan
10
Kata-kata Bijak
2026-06-18
1635 Tampilan
11
Kata-kata Bijak
2026-06-19
1349 Tampilan
12
Kata-kata Bijak
2026-06-20
1235 Tampilan
13
Kata-kata Bijak
2026-06-22
678 Tampilan
14
Kata-kata Bijak
2026-06-23
476 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Berita Patut Disimak
2026-06-23
495 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-06-23
476 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-06-23
553 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-06-22
4944 Tampilan
32:07
Berita Patut Disimak
2026-06-22
1 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-06-22
853 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-06-22
678 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-06-22
882 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-06-21
7743 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh